Cerita Sex Derita Sasa – Part 19

Cerita Sex Derita Sasa – Part 19by adminon.Cerita Sex Derita Sasa – Part 19Derita Sasa – Part 19 “cepetan” sasa membuka kaos kumal pemberian dari partai yang menempel pada tubuh pak mar, kini terlihat tubuh pak mar yang hitam terbakar matahari masih tegap walaupun dia sudah tua, perutnya sedikit membuncit tapi tangannya kekar karena sering bekerja kasar. Sasa memandangi tubuh pak mar dengan penuh nafsu, entah mengapa tubuh […]

multixnxx-Doggystyle, Asian, Pornstar, Secretary-2 multixnxx-Doggystyle, Asian, Pornstar, Secretary-10 multixnxx-Milf, Black hair, Asian, Lingerie, Stockin-4Derita Sasa – Part 19

“cepetan” sasa membuka kaos kumal pemberian dari partai yang menempel pada tubuh pak mar, kini terlihat tubuh pak mar yang hitam terbakar matahari masih tegap walaupun dia sudah tua, perutnya sedikit membuncit tapi tangannya kekar karena sering bekerja kasar. Sasa memandangi tubuh pak mar dengan penuh nafsu, entah mengapa tubuh berkeringat itu terasa menggairahkan bagi sasa, lalu sasa turun ke celana pak mar. pak mar menggunakan celana bahan yang dibeberapa tempat diberi tambalan. Dilepasnya ikat pinggang pak mar, lalu diturunkan lah celana bahannya. Tersisa sebuah celana pendek kumal yang baunya sangat menyengat. Sasa mencium bau pesing dan kontol yang kuat dari celana itu.
Sasa menurunkan celana kolor itu, terpangpanglah kontol pak mar yang masih belum ereksi namun berukuran besar. Ketika sasa akan memegang kontol itu pak mar menepis tangannya “dasar lonte gatel, disuruh bukain baju aja malah ngambil kesempatan buat nyepong gua. Tolol!”. “maaf tuan”, sasa semakin malu karena tidak bisa menutupi betapa hausnya dia akan kontol pak mar. “lu masuk bilik sekarang sama gue, bawa nih semua baju lu, masukin ke tas”
Didalam bilik pak mar merogoh rogoh tas sasa, akhirnya dia menemukan benda yang dia cari, sebuah sunblock. Pak mar melepas celana kolornya, kini dia telanjang diahadapan sasa berdidiri berhadap-hdapan dibilik ganti yang sempit. “lu jilatin badan gue, abis itu lu pakein sunblock”. Sasa terkejut, dia tidak pernah membayangkan menjilati tubuh pak mar, kemarin dia hanya menjilati kaki pak mar, namun kali ini seluruh bagian tubuh. “mmmpp tapi pak”. “lu tau kan akibatnya kalo ngelawan? Mending lu mulai sebelum gue berubah pikiran” ancam pak mar ke sasa. “ba..baa..ik tuan” sasa terbata bata karena memang pak mar benar berhak atas kehidupannya.
Sasa mulai menjilati tangan pak mar, dari jari jarinya, hingga lengan nya, rasa pahit dan asin keringat memasuki indra pengecap sasa. bahkan sasa dipaksa pak mar menjilati ketikanya yang berbulu lebat dan berkeringat. Sasa yang tak berdaya hanya mampu menahan nafas sambil terus menjilat. Setelah selesai menjilati kedua lengan pak mar. sasa membarlurkan sunblock. Begitu seterusnya kesetiap bagian tubuh pak mar, baik itu leher, dada dan juga perut. “lu jilatin kaki gue dulu” sasa yang selesai membalur sunblock di perut pak mar turun bersujud dihadapan pak mar, pantat nya menghadap tirai plastic yang menutupi biliki ganti. Dia mulai menjilati jari-jari kaki pak mar, ketika sasa asik menjilati kaki pak mar yang berbau kurang sedap tiba tiba datang suara dua orang wanita mengobrol memasuki ruang ganti.
“eh lo gimana udah tugas kelas pak sam?” ujar wanita pertama.
“aku belum ngerjain nih, nanti aja deh abis berenang” ujar wanita kedua.
Sasa mengenal kedua suara itu, Hasna dan vinka. Vinka adalah wanita berjilbab cantik yang sering menjadi model busana muslim dan Hasna adalah seorang wanita berjilbab lebar yang aktif di organisasi keagamaan. Kedua wanita cantik itu bersahabat dan mereka satu kelas bersama sasa di jurusan akuntansi.
“lo tau kan si sasa, sekarang dia jarang kuliah ya?” ujar vinka
“iyaa, aku jarang liat dia sih di kelas, kenapa ya dia? Sakit?” jawab Hasna berpikiran positif.
“engga sih kayanya, soalnya gue pernah liat dia bolos kelas gitu. Dia keluar dari gubug nya OB kampus.”
Sasa yang tercengang mendengar perkataan temannya, ia berusaha berdiri karena takut temannya menyadari ada orang lain dibilik yang diisi sasa. Namun sasa yang sedang menjilati jari kaki pak mar diinjak kepalanya sehingga dia tidak mampu mengangkat kepalanya dan meneruskan menjialti tubuh pak mar.
“ah mungkin dia ada urusan aja sama pak mar, OB gedung kita” jawab hasna.
“engga, soalnya gue liat dia bajunya berantakan gitu, terus lari2 ke wc. Kayanya dia ada skandal deh sama OB kita hihihihi” vinka bergossip
“masa sih? Ah ga mungkin dia kan anaknya baik-baik, mana dia berjilbab lagi. Aku ga percaya sih” Hasna membantah Vinka.
“yaudaaah kalo ga percaya mah, yuk kita berenang, udah beres kan gantinya” kata vinka.
“yuks” mereka berdua pun naik tangga keluar dari ruang ganti dan menuju kolam yang letaknya diatas gedung.
Sasa yang sedari tadi menahan rasa tegang dan takut dipergoki teman temannya merasa lega. Sasa tidak mungkin menjelaskan bagiamana dia bisa satu bilik bersama OB kampus yang sedang telanjang dan sambil menjilati kaki bau sang OB. Setelah selesai dengan bagian kaki pak mar, kepala sasa ditarik dengan kasar ke arah kontol pak mar, “lu jilatin sampe keluar” sasa mengocok dan menjilat kontol pak mar dengan penuh nafsu. Dia memang sudah menginginkan kontol besar pak mar sedari tadi, sasa dipaksa melakukan deep troath pada kontol yang berukuran 20cm itu. kepala sasa yang masih tertutup pakaian renang dipaksa menelan seluruh kontol pak mar, sebuah pemandangan yang mengesankan seorang hijabers dengan baju renangnya sedang berjongkok dan menelan penis seorang OB tua yang buruk rupa. “mpppppphhhhh” sasa hanya bisa mengeluarkan suara penolakan dibarengi liurnya yang terus menetes keluar ketika pak mar menekan kontolnya sampe habis ditelan sasa.
“ahhhhhh” pak mar yang mengalami ejakulasi segera mencabut penisnya dari mulut sasa dan mengarahkan kontolnya kearah wajah sasa, “croot crooot croot” bertubi tubi semprotan menerpa wajah sasa, “ahhhh pak, banyak banget spermanya”. Sasa gelagapan ketika wajahnya disemprot sperma pak mar. “ini hadiah buat lo yang udah ngasih gue sunblock sama jilatin badan gue. sekarang lu pake tuh peju gue buat jadi sunblock” pak mar pun menggunakan kontolnya untuk meratakan peju diwajah sasa. “ahhh ahhhh” sasa hanya mendesah nikmat ketika wajahhya disapu kontol besar pak mar. “tuan saya malu, izinkan saya membersihkan muka.

Author: 

Related Posts