Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 2

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 2by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 213 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 2 2nd Sin : C.i.m (reward 25.000.000idr) . Pria ditelepon terus berbicara memberi instruksi, “namun ada beberapa peraturan yang harus anda taati dalam permainan ini jika anda memutuskan untuk terus lanjut, ada 3 hal yang bisa mengakhiri permainan ini, 1. Anda gagal menyelesaikan tantangan. 2.anda memberitahu orang […]

tumblr_nrc18qHOwM1uxxmymo5_500 tumblr_nrc18qHOwM1uxxmymo6_500 tumblr_nrc18qHOwM1uxxmymo7_50013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 2

2nd Sin : C.i.m
(reward 25.000.000idr)
.
Pria ditelepon terus berbicara memberi instruksi,
“namun ada beberapa peraturan yang harus anda taati dalam permainan ini jika anda memutuskan untuk terus lanjut,
ada 3 hal yang bisa mengakhiri permainan ini,
1. Anda gagal menyelesaikan tantangan.
2.anda memberitahu orang lain sedang dalam tantangan.
3.anda menyelidiki atau mencari tahu permainan ini.”
.
” kenapa aku..?” tanyaku.
.
“semua akan terjawab pada waktu nya nanti, yang jelas sekarang anda dalam tangga menuju kekayaan, dimana tangga pertama sudah ada lewati. Jika anda setuju untuk lanjut tekan satu dan tekan dua jika anda menolak..”
.
Untuk sesaat aku diam dan berfikir sejenak..
“kamu baru pulang say..” mas Aldi mengejutkanku ia baru saja keluar dari kamar mandi,
“iya mas.. !” jawab ku dan segera kekamar mandi untuk menghindari nya,
” gimana kabarnya lian..? Tanya nya lagi.
“baik…” jawabku dari balik pintu kamar mandi,
.
Akhir nya kutekan angka 1
“bagus, sekarang anda resmi dalam permainan, game ke-2, untuk 10juta keluar dari kamar mandi, dan paksa teman pria mu untuk menjilati vaginamu yang baru saja di pegang tangan si penyapu jalan tadi hingga kamu orgasme, tapi jangan biarkan pria itu orgasme, ingat biarkan jendela kamar tetap terbuka” perintah suara itu
.
Aku segera melepas semua pakaianku. Dan keluar kamar mandi dalam kondisi bugil, “lho ga jadi mandi..?” tanya mas Aldi, yang saat itu masih duduk di tepi ranjang dan masih mengenakan handuk.
“masih gerah mas” jawabku, sambil membuka jendela.
“ini udah malam lo say..”mas Aldi mengingatkan..
.
Kutatap wajahnya dan kuberikan senyum menggoda, dengan gaya jalan kubuat seseksi mungkin sambil kuberjalan menghampiri dia..
“horny ya.. Mandi dulu sana bau t..” kututup mulut mas Aldi dengan lumatan bibirku, dan aku duduk di pangkuannya, lumatanku pun dibalasnya, kudorong pelan tubuhnya hingga telentang, ku kangkangi kepalanya, dan kugosok-gosokan memekku diseluruh wajah nya..
“akh..ahh..akh..” aku nikmati sentuhan wajahnya, setuhan bulu-bulu halus dikumis dan dagunya..
“akhhh,.. Iya mas, terus, jilaaat…” aku terus merintih ketika ujung lidah nya mulai menjilat daging kecil di celah bibir memekku.
Sesekali ia menggunakan jarinya untuk membuka bibir memekku agar lidahnya semakin leluasa.. “owkhh nikmattt…” aku terus melenguh, membayangkan kondisiku yang sedang dioral, sementara diluar sana ada yang sedang memperhatikan aku jadi merasakan sensasi tersendiri, dan birahiku jadi semakin tinggi.
“akh..akh..eah..” teriakku sambil menggesek dan menekan selangkanganku lebih kuat ke mulut mas Aldi..
“akhh.. Masss.. Aku sampeee…” teriakku ketika orgasme menimpaku… .
Kendati masih lemas karena orgasme aku segera tinggalkan mas Aldi yang protes karena belum dituntaskan, dan kuberlari kekamar mandi, dengan membawa hp. Dan sebuah pesan sudah tercatat disana “mission success. 10.000.000 idr. Sent to your account.”
.
.
Inilah hari pertamaku menjadi pengangguran, tadi sebelum berangkat kerja mas Aldi berkata akan mencarikan lowongan untuk ku, selesai mandi dan berdandan aku pun bermaksud kerumah mama, mumpung masih pagi.
.
Beberapa saat menjelang kawasan 3 in 1 telpon kembali berbunyi,
“selamat pagi nona Stefany, untuk ke level 3, anda perlu 25 juta dan 15juta akan anda dapatkan jika anda membawa 2joki 3 ini 1 didepan sana kerumah mama anda dan memberikan blowjob terbaik yang anda bisa disana..” jelas suara ditelepon.
“hey.. Jangan libatkan mamaku..” protesku
.
” ingat nona jika anda gagal permainan berakhir, dan semua uang yang anda menangkan akan kami tarik kembali..” ancam nya dan memutuskan telepon.
.
Kujalan pelan mobilku perlahan disisi kiri, kulewati beberapa joki yang menjulurkan tangan, hingga akhirnya kudapati dua orang yang yang usianya masih terlihat remaja, kubuka kaca dan kuberi kode untuk, satu didepan, satu lagi dibelakang.
.
“siapa nama kalian..?” tanyaku
“saya Iwan ci, itu temen saya Rohman, dia bisu, gak bisa ngomong” jelas yang didepan.
.
“oh gitu… Kamu masih sekolah?”
.
” masih ci, tapi masuk siang!”
.
“sebentar lagi jam 3 in1 selesai, dan kamu juga sekolah, kalo cici kasih kerjaan sebentar mau ga, nanti diantar lagi ketempat tadi ” tawarku, si Iwan memberi penjelasan pada si gagu dibelakang, “iya ci kami mau..!” jawabnya.
.
Sepanjang perjalanan kucoba mengorek sedikit informasi tentang mereka, ternyata Iwan masih sekolah kelas 2 smu, dan si bisu itu sudah tidak sekolah lagi.
.
Tak sampai 30menit aku sudah tiba dirumah mama.
” loh kamu ga kerja fan..?” tanya mama ketika melihatku.
.
“nggak ma..! libur..” jawabku
.
“siapa mereka?” tanya mama ketika melihat 2 remaja tanggung dibelakangku.
.
“owh ini mereka mau fany suruh bersih-bersih di belakang kan udah berantakan banget mah..” jelasku beralasan.

Si mama kusuruh untuk mengawasi sibisu merapikan rumput ditaman depan, dan si iwan aku ajak merapikan gudang dibelakang rumah.
Telepon kembali berdering.
“ternyata anda memang pilihan yang tepat untuk permainan ini, anda tahu dimana harus melakukan tantangan..” suara ditelpon itu, kuperhatikan sekeliling dan kulihat disalah satu tiang listrik didekat pagar belakang rumah ada kamera kecil, siapa mereka bisa begitu mengetahui semua hal tentangku. “nona waktu anda 30menit untuk membuat kedua pemuda tanggung itu ejakulasi dimulut anda..!” lanjutnya..
.
Masalah kecil pikirku, kuhampiri si Iwan yang sedang menumpuk kardus-kardus yang berantakan, “sini..” kataku sambil menarik tangannya, kusandarkan badannya ke tembok gudang, aku berlutut, dikakinya, “ci mau ngapain..” tanya siIwan bingung, “diem aja, nikmati..” kataku dengan sedikit membentak, kulepas celana jeans dan cd belel nya, kontolnya tidak terlalu besar bersunat dan masih belum tegang, kugenggam batangnya, kukocok sebentar sambil meremas kedua bijinya.. “akhhh..” suara Iwan tertahan, kontolnya mulai mengeras, dan lidahku juga sudah menjulur untuk menjilati ujung lubang kencingnya yang sudah mulai mengeluarkan cairan itu.
Puas bermain diujungnya, lalu kujilati batangnya menyusuri urat yang mulai mengeras itu, dan kembali keujung, memutari kepala kontolnya dengan lidahku yang penuh liur, lalu melahap seluruhnya kedalam mulutku..
Kepalaku mulai bergerak maju mundur, mengocok kontol itu dengan mulutku, dan kurasakan Iwan juga menggerakan kontolnya mengimbangi gerakan kepalaku. Dan gerakannya menjadi semakin cepat bersamaan dengan semakin terasa kerasnya batang dimulutku ini.. “ciii..ahhhi..” teriaknya berbarengan dengan semprotan cairan kental hangat di tenggorokanku.
Kutelan semua bahkan kubersihkan sisanya yang masih menempel dikontolnya.
“uu ak uu uu,..” suara tak jelas mengalihkan kami, ternyata sibisu sejak tadi melihatku dan tangannya mengocok kontolnya sendiri, Iwan memandangku panik, “sudah kamu kedepan aja dulu..” kataku dan memberi tanda sibisu untuk mendekat, dengan sambil terus memegang kontol yang ukurannya tidak jauh beda dengan punya Iwan tadi, tidak seperti Iwan yang cenderung pasif, sibisu justru lebih aktif, mungkin ia sudah sangat terangsang karena tadi sudah melihat aku dan temannya, kepalaku dipegang dan ia menggerakan kontolnya di mulutku dengan lumayan cepat, dengus nafasnya terdengar begitu memburu, kugerakan mulutku untuk sekedar menggigit pelan kontolnya, tak sampai lama, kubisa merasakan sibisu akan mengalami ejakulasi, dan benar saja, semburan cairan sperma kembali membasahi rongga tenggorokanku.. Dan ketika selesai sebuah pesan sudah tertampil di ponselku “Level 2 complete (reward 15.000.000)”
.
Sekitar jam 12 siang kuantarkan kembali kedua anak itu ketempat aku menaikannya tadi, setelah kuberi masing-masing seratus ribu. Tiba-tiba aku terpikir satu hal yang kulupakan ketika melihat logo atm, kenapa tidak kuambil saja dulu uang yang sudah kumenangkan, segera kuparkirkan mobilku disebuah komplek pertokoan, dan kumenuju ke deretan mesin atm diujung pertokoan ini.
“kenapa ini..” tiga kali aku mencoba memasukan pin yang jelas-jelas kuhapal diluar kepala tapi selalu tidak cocok.. Telponku kembali berdering.
“anda pikir kami sebodoh itu, tidak memikirkan tindakan anda ini..” suara itu terkesan meledek.
“terus bagaimana aku memenuhi kebutuhanku..?” tanyaku,
“anda tidak perlu khawatir selama dalam permainan kebutuhan keuangan anda kami yang tanggung, kami sudah kirim uang untuk anda, kami akan kembalikan rekening anda setelah permainan selesai ” jelas nya dan mengakhiri percakapan.
.
Siapa orang ini bisa begitu jauh memasuki privacy ku, dan kemampuannya menghack rekening bankku, untuk apa semua ini, dengan masih penasaran aku kembali pulang, dan bertekad akan menyelidiki diam-diam semua ini.

Author: 

Related Posts